27 maret 2012
Jakarta siang tadi terik , serasa matahari begitu dekat,
sedekat jari manis dengan kelingking.. di sebuah halte bus, tepat saya berdiri
menunggu matahari mengurangi sedikit sinarnya saya memperhatikan dari kejauhan
anak kecil berumur sekitar 7 tahun sedang menghitung selembar demi selembar
uang yang ada di gelas plastic miliknya, emmm dan tak berapa lama anak kecil
itu menghampiri bapak tua penjual air mineral.. dia membeli segelas air mineral.. dia meminumnya dengan cepat sembari tersenyum…. Wooow senyuman
polos di balik wajahnya yg basah dengan keringat , dicampur matanyanya yg
mengecil karena silaunya matahari…
Saya bisa merasakan betapa letihnya dia, itu karena wajahnya
yg hampir basah tertutup butiran keringat miliknya…. Huhhh di umurnya yg msh muda 7 tahun,
dimana waktu yg dia gunakan saat itu adalah tidur siang meregangkan otot kaki
yg lelah dia malah tetap mencari sedikit demi sedikit lembaran uang entah
digunakan untuk apa.. tapi walau saya tak merasakannya, saya tau betapa letih
badan kecilnya itu menerobos sinar matahari yg begitu terik sampai kulitnya
melegam hitam pekat karena efek dari sinar matahari itu…
Entah dia yg sudah pasrah dengan keadanya yg sekarang atau
dia berusaha bangkit dari nasib dia saat ini, yg saya lihat dia begitu kuat,
sabar, iklas malah dia sempat memberikan senyuman tulusnya kesetiap orang yg
dia lihat….
Sayang…. Apa kamu pernah berfikir akan menjadi orang sukses
nantinyaa?
Sayang… masih kan kamu bermimpi untuk setiap pagi yg kau
jalani?
Sayang… aku memang tak bisa berbuat banyak, tapii aku
berusaha memahami setiap detik yg kau lalui itu begitu berat. Disetiap mimpimu
aku berharap kau masih bisa menikmati manisnya permen, hangatnya susu coklat,
dan gurihnya keripik kentang, walau itu serasa tidak mungkin bagimu untuk
bermimpi layaknya seorang anak kecil diumur 7 tahun tapi inilah mimpi seorang
anak kecil kau tidak harus bermimpi bagaimana makan besok, harus tinggal dimana
ketika rumah kecilmu di gusur.. mimpilah seidah-indahnya karena hanya mimpi yg
bisa kau nikmati di Negara ini….. jangan berharap pada ibukotamu ini, terkadang
dia begitu jahat sehingga tak pernah berpihak padamu, bukan maksudku untuk
mematahkan semangatmu aku hanya berusaha menyadarkan kau dari sifat polosmu itu….
Terimakasih yaa senyummu hari ini mengajarkan banyak hal
padaku.. arti dari sebuah kesabaran, keikhlasan, rasa syukur dan kerja keras….
Semoga saat kita bertemu kau jauh lebih gemuk dari hari ini J
