
Tepat hari ini,
minggu terakhir dibulan Desember kusiapkan segala mentalku. Ini akan jadi hari
paling besar dalam hidupku. Setelan taksido hitam dengan dasi merah kusiapkan dari malam hari. Saat itu tepat
pukul 9
pagi , aku melihat banyak orang disekeliling ku, kusiapkan badan untuk
menahan semua emosi perasaan yang akan
terjadi nanti. Aku duduk dibarisan paling depan, aku tak ingin terlihat ragu
sehingga kumantapkan kakiku berada ditempat ini. Tak lama sosok wanita cantik
dengan kebaya putih dengan sentuhan gold datang dari sisi samping ruangan ini.
Aku hampir tak pernah menyangkan bahwa dia masih secantik dulu sama seperti 9
tahun lalu. Kubiarkan bibirku memberikan senyuman kepadanya dan dia membalas
dengan isyarat “Aku deg-degan banget” aku tersenyum sambil kukerlingkan mata
ini dan lagi-lagi dia balas dengan senyuman manis dari bibirnya yang kecil itu.
Tak pernah menyangka aku ada ditempat ini melihat Naola dengan kebaya putih
yang manis itu. Aku masih tak bisa menahan takdir bahwa Naola yang aku kenal
dulu, 9 tahun lalu tepatnya, ada dihadapanku dengan kebaya putih itu. Aku masih
mengaggap Naolaku itu seperti anak kecil, perilakunya yang manis yang terkadang
membuatku jengkel tetapi aku bersumpah bahwa dia adalah wanita yang paling aku
cintai. Naola wanita sederhana dengan senyuman yang luar biasa yang mampu
menghapus asa ketika tubuhku tak pernah mampu untuk bertahan di negeri orang.
Dia yang selalu setia menemaniku dengan keterbatasan jarak, puluhan mil antara
Indonesia- Belanda tak pernah membuat Naola mengeluh. Dia yang selalu setia dibalik
jendela kamarnya menungguku. Aku masih ingat disaat dia memberikan kejutan ulangtahun ku,
kita merayakannya di skype. Dia tampak tak pernah letih untuk memahami segala
keterbatasanku. Dia yang selalu menjadi penghangat ketika salju menyeruap masuk
kedalam tulang- tulang tubuhku dikamarku. Dan dia seperti autumn keindahannya
selalu aku nanti. Naola 9 tahun berlalu perasaanku masih sama seperti dulu . .
. Saat lamunan tentang Naola menari didalam memory kecilku kulihat Naola melihat kearahku dengan mata
yang berbinar bahagia, aku pastikan bahwa Naola saat itu bahagia sekali, dia
resmi menjadi seorang istri. Aku ikut terharu, Naola wanita yang aku pacari
saat 9 tahun lalu. Dia resmi menjadi istri. . . Naola memberikan isyarat untuk
kita pergi kebelakang ruangan, aku mengikuti langkahnya yang anggun. .
Naola : Dafi, aku bahagia banget.
Aku masih ga percaya akhirnya hari ini datang”
Dafi : Aku juga Naola, dari kau masuk kedalam
ruangan aku tak pernah sekalipun memalingkan mataku dari wajahmu. Kamu cantik
sekali hari ini.
Naola : Dafiiii *memeluk*
Dafi : Mulai hari ini kau akan menjadi seorang
istri, Jadilah istri yang baik yang akan melahirkan Naola-naola kecil yang tak
kalah cantik sepertimu dan akan jauh lebih lembut darimu.
Naola : Dafi, aku boleh berbicara sesuatu . .?
Dafi : Bolehkan aku berbicara lebih dulu?
Naola : Emmm. . okey,
Dafi : Naola aku mencintaimu, Aku sangat
beruntung saat 9 tahun lalu bertemu denganmu.Bisa mengenalmu. Apa kau masih
ingat bagaimana kebetulannya kita berkenalan?
Naola : Aku masih ingat Dafi, bahkan itu jadi
memory yang paling manis yang aku alami. Bahkan luka yang kau buat 5 tahun lalu
itu tak berpengaruh pada kejadian indah itu.
Dafi : Maafkan sikapku 5 tahun lalu Naola, demi
Tuhan aku sangat menyesal sampai saat ini, yang kubiarkan hatimu terluka dengan
sikapku yang pernah menduakanmu. Andai saja 5 tahun lalu aku tak sebrutal itu
pasti yang ada disampingmu tadi mengucapkan ijab khabul dan menciummu dengan
lembut adalah aku bukan dia lelaki lain. Jujur aku tak rela membiarkan jari
kanan manismu dipasangkan cincin indah oleh lelaki itu.
Naola : Dafi, jangan menyesal, semua itu sudah jadi
takdir kita berdua. Sejahat apaun kamu dulu, kamu tetap ada dihatiku walaupun
cintaku tak pernah memilihmu. “ Some people are meant to fall in love with each
other…. But not mean to be together Dafi”
Dafi : Bolehkan aku mememelukmu Naola untuk
terakhir kali? Aku akan pulang ke Belanda nanti malam. Setidaknya ini akan jadi
obat saat aku aku tiba di belanda saat salju menusuk tubuhku di negeri kincir
angin itu.
Naola : Kemarilah Dafi, terimakasih kamu hadir ke
pernikahanku. Berjanjilah kamu akan cari Naola lain untuk mengisi cerita manis hidupmu.
Dafi : Iya aku berjanji aku mencari wanita lain,
tetapi aku tak pernah berjanji mencari
Naola lain, karena Naola hanya ada satu yaitu kamu yang terbaik yang pernah aku
miliki “ I Love you Naola”
FMF