Selamat malam
tuan, entah harus seperti apa lagi aku berusaha membisikan kata ini. Barisan
waktu yang berbeda, ribuan mil jauhnya aku selalu menyelipkan setiap sejarah
tentang kita berdua didalam ruang rindu yang tak pernah bisa aku sisipkan di
hatimu. Aku memang tak pernah suka untuk mengulang kita yang dulu, tapi
jujurlah aku, saat ini kau masih jadi bagian termanis yang pernah ada. Selama
ini bukan aku tak pernah berusaha untuk melepaskan semua serpihan- serpihan
memory kita. Tetapi waktu kita yang “dulu” itu terlalu berharga untuk aku
abaikan begitu saja. Tuan, kalau aku bisa menangis didepanmu tolong peluk aku
sekarang, aku lelah untuk bersikap acuh padamu, aku menyesal bertindak bodoh
untuk mengenalmu lebih dalam jika aku tau pada akhirnya aku harus benar-benar
melepaskan mu, bukan hanya dirimu lebih dariitu. Maaf ya tuan, aku harus
mengatakan ini untuk yang kesekian kali
FMF