playlist

Saturday, August 3, 2013

Some people are meant to fall in love with each other…. But not mean to be together Dafi



Tepat hari ini, minggu terakhir dibulan Desember kusiapkan segala mentalku. Ini akan jadi hari paling besar dalam hidupku. Setelan taksido hitam dengan dasi merah  kusiapkan dari malam hari. Saat itu tepat pukul  9  pagi , aku melihat banyak orang disekeliling ku, kusiapkan badan untuk menahan  semua emosi perasaan yang akan terjadi nanti. Aku duduk dibarisan paling depan, aku tak ingin terlihat ragu sehingga kumantapkan kakiku berada ditempat ini. Tak lama sosok wanita cantik dengan kebaya putih dengan sentuhan gold datang dari sisi samping ruangan ini. Aku hampir tak pernah menyangkan bahwa dia masih secantik dulu sama seperti 9 tahun lalu. Kubiarkan bibirku memberikan senyuman kepadanya dan dia membalas dengan isyarat “Aku deg-degan banget” aku tersenyum sambil kukerlingkan mata ini dan lagi-lagi dia balas dengan senyuman manis dari bibirnya yang kecil itu. Tak pernah menyangka aku ada ditempat ini melihat Naola dengan kebaya putih yang manis itu. Aku masih tak bisa menahan takdir bahwa Naola yang aku kenal dulu, 9 tahun lalu tepatnya, ada dihadapanku dengan kebaya putih itu. Aku masih mengaggap Naolaku itu seperti anak kecil, perilakunya yang manis yang terkadang membuatku jengkel tetapi aku bersumpah bahwa dia adalah wanita yang paling aku cintai. Naola wanita sederhana dengan senyuman yang luar biasa yang mampu menghapus asa ketika tubuhku tak pernah mampu untuk bertahan di negeri orang. Dia yang selalu setia menemaniku dengan keterbatasan jarak, puluhan mil antara Indonesia- Belanda tak pernah membuat Naola mengeluh. Dia yang selalu setia dibalik jendela kamarnya menungguku. Aku masih ingat  disaat dia memberikan kejutan ulangtahun ku, kita merayakannya di skype. Dia tampak tak pernah letih untuk memahami segala keterbatasanku. Dia yang selalu menjadi penghangat ketika salju menyeruap masuk kedalam tulang- tulang tubuhku dikamarku. Dan dia seperti autumn keindahannya selalu aku nanti. Naola 9 tahun berlalu perasaanku masih sama seperti dulu . . . Saat lamunan tentang Naola menari didalam memory kecilku  kulihat Naola melihat kearahku dengan mata yang berbinar bahagia, aku pastikan bahwa Naola saat itu bahagia sekali, dia resmi menjadi seorang istri. Aku ikut terharu, Naola wanita yang aku pacari saat 9 tahun lalu. Dia resmi menjadi istri. . . Naola memberikan isyarat untuk kita pergi kebelakang ruangan, aku mengikuti langkahnya yang anggun. .
Naola   : Dafi, aku bahagia banget.  Aku masih ga percaya akhirnya hari ini datang”
Dafi     : Aku juga Naola, dari kau masuk kedalam ruangan aku tak pernah sekalipun memalingkan mataku dari wajahmu. Kamu cantik sekali hari ini.
Naola   : Dafiiii *memeluk*
Dafi     : Mulai hari ini kau akan menjadi seorang istri, Jadilah istri yang baik yang akan melahirkan Naola-naola kecil yang tak kalah cantik sepertimu dan akan jauh lebih lembut darimu.
Naola   : Dafi, aku boleh berbicara sesuatu . .?
Dafi     : Bolehkan aku berbicara lebih dulu?
Naola   : Emmm. . okey,
Dafi     : Naola aku mencintaimu, Aku sangat beruntung saat 9 tahun lalu bertemu denganmu.Bisa mengenalmu. Apa kau masih ingat bagaimana kebetulannya kita berkenalan?
Naola   : Aku masih ingat Dafi, bahkan itu jadi memory yang paling manis yang aku alami. Bahkan luka yang kau buat 5 tahun lalu itu tak berpengaruh pada kejadian indah itu.
Dafi     : Maafkan sikapku 5 tahun lalu Naola, demi Tuhan aku sangat menyesal sampai saat ini, yang kubiarkan hatimu terluka dengan sikapku yang pernah menduakanmu. Andai saja 5 tahun lalu aku tak sebrutal itu pasti yang ada disampingmu tadi mengucapkan ijab khabul dan menciummu dengan lembut adalah aku bukan dia lelaki lain. Jujur aku tak rela membiarkan jari kanan manismu dipasangkan cincin indah oleh lelaki itu.
Naola   : Dafi, jangan menyesal, semua itu sudah jadi takdir kita berdua. Sejahat apaun kamu dulu, kamu tetap ada dihatiku walaupun cintaku tak pernah memilihmu. “ Some people are meant to fall in love with each other…. But not mean to be together Dafi”
Dafi     : Bolehkan aku mememelukmu Naola untuk terakhir kali? Aku akan pulang ke Belanda nanti malam. Setidaknya ini akan jadi obat saat aku aku tiba di belanda saat salju menusuk tubuhku di negeri kincir angin itu.
Naola   :  Kemarilah Dafi, terimakasih kamu hadir ke pernikahanku. Berjanjilah kamu akan cari Naola lain untuk mengisi  cerita manis hidupmu.
Dafi     : Iya aku berjanji aku mencari wanita lain, tetapi aku tak  pernah berjanji mencari Naola lain, karena Naola hanya ada satu yaitu kamu yang terbaik yang pernah aku miliki “ I Love you Naola”

FMF