playlist

Monday, April 23, 2012

uti.. aku rindu setiap pagi yg kita lewati itu

Sebentar lagi Tepat 100 hari kematian uti…
Semuanya terasa berat.. berat karena uti udah ga ada disinii lagi..
Pengen deh cerita semua yang aku rasain, semua rasaa ga ada yg tersisa..
 mungkin aku ga butuh nasehat aku Cuma butuh pelukan uti aja karena yg ingin aku rasain sekarang adalah hangatnya, baunya pelukan uti….
Kehangatan pelukan uti itu ibarat air di musim kemarau, begitu menyejukan, melegakan, sampai setiap tetesannya begitu berharga bagiku..
Mungkin jasatmu sudah habis dimakan cacing-cacing kecil, tetapi setiap senyumanmu ga pernah habis dari memoriku…
Karena aku menjadi pribadi yang sekarang adalah hasil bentukan dari ibu dan ibu adalah hasil dari buah kerjakerasmu mendidiknya dan aku bersyukur setidaknya aku bangga memiliki nenek sepertimu..
Uti lahir dari sebuah kesederhanaan, ya sangat sederhana yang kau punya hanya senyum dan kata Alhamdulillah ga pernah aku denger kata “ah” selama aku 21 tahun bersamamu. saat aku sudah mulai mengerti cara membaca mimic wajah, ga pernah kau berikan mimic wajah sinis kepadaku walau seletih apapun kau menimangku disetiap malamku… hahah ya aku ingat sampai aku sd kelas 6 kau masih kuat menggendongku disetiap pagi saat libur sekolah kita selalu menyusuri pematang sawah, sejuknya gunung sumbing, dan jernihnya sungai  yaa jujur aku rindu saat itu.. andai waktuu bisa di ulang ingin rasanya saat itu aku tak ingin pulang kerumah aku lebih memilih menghabiskan waktu di pematang sawah bersamamu melihat ikan-ikan kecil di sungai sambil kau gulung kain gendongan itu di pinggangmu dan melihat matahari hilang... hilang ditelan keanggunan gunung sumbing…
Aku harap kau masih bisa merasakan perasaan ini tii, rindu yang tulus dari cucumu..
Cucu yang selalu kau gendong dibalik tubuhmu yang lemah itu..

Wednesday, April 11, 2012

bersyukur adalah sebuah harga atas nikmat kita hari ini




Yaa aku memang suka kupu-kupu…
Yaa aku lebih berharap menjadi kupu-kupu
Dan yaa aku tau tidak mudah bagiku untuk menjadi sepertinya…
Tapi yaa aku mencoba, mencoba untuk menjadi seperti binatang itu, walau aku tau itu tak kan pernah mungkin…
Entahlah aku memang menyukai binatang kecil itu, dia cantik, mempunyai 2 sayap dia terlihat begitu sempurna dimataku..
Sayang  yang terlihat tak selamanya  indah,  jika aku bisa berbicara sebentar saja pada binatang itu aku akan bertanya “bagaimana perasanmu hanya memiliki waktu 14 hari untuk menikmati sari-sari bunga ?”
Pasti dia akan menjawab… andai aku bisa menjadi dirimu, bisa menikmati setiap udara pagi yang begitu menyejukan dadamu, bisa melihat setiap malam indah yang diselimuti terangnya bulan sabit ditemani bintang-bintang kecil yang seperti mengedipkan mata kepadamu, dan bisa selalu menikmati setiap bunga tanpa harus kuatir akan waktuku yang hampir habis…
Lantas siapa yang seharusnya di irikan atas setiap hal yang  kita miliki?
Tuhan.. aku memang tak sempurna tapi terima kasih kau memberikan aku waktu yang cukup banyak untuk menikmati setiap pagi, malam yang kulalui sampai saat ini.
Tuhan.. maaf aku belum cukup bisa bersyukur atas setiap kesempatan yang kau berikan kepadaku
Dan tuhan aku baru menyadari bahwa setiap kejadian yang aku lalui adalah sebuah proses pendewasaan yang tak pernah ku dapati disekolah, maaf jika disela-sela waktu aku banyak mengeluh akan pahitnya hidup, panasnya sebuah emosi dan rapuhnya tubuhku menahan setiap godaan tapi aku akan berusaha untuk takkan pernah mengecewakanmu telah memilih aku menjadi salah satu penghuni alamMu yang begitu indah ini :)
selamat malam