Suasana
malam di masjid at-tin berada dikumpulan orang2 yang berharap berkah bulan
ramadhan, kami semua memiliki tujuan yg sama, mampu mengkhatamkan al-quran
sebelum 1 syawal, sambil mengurangi ngantuk
yg berlebihan saya keluar mencari sesuatu yg bisa mengurangi rasa kantuk
ini, yaa hanya ada secangkir kopi kapal api apa boleh buat dari pada ketiduran
dimasjid fikirku sembari memesan saya berbincang2 sedikit bersama penjual kopi
keliling itu…
“
Pak malam2 gini jualan apa ga sakit? Saya aja dari tadi Cuma duduk sambil baca
alquran mata saya udh perih”
“ya
ga neng, kalo bapak ga kerja, nanti lebaran ga bisa ngasih uang ke cucu”
Sejenak
terdiam, di hati kecil aku Cuma bisa bilang ya rabb Alhamdulillah aku berada
pada posisiku yg sekarang, penuh dengan kasih sayang, aku tak perlu melihat
orang-orang disekelilingku menembus angin malam untuk mencari uang dua ribu
rupiah, yaa dua ribu rupiah mungkin tak
berharga bagiku, tapi bagi Bapak penjual kopi? Ya salam anugerah yang tak
ternilai…
Ya
allah ini doa dari hambamu, jika memang kau taruh posisi bapak penjual kopi di
tempatnya yg sekarang, biarkan dia masuk kedalam derajat yg lebih tinggi
dariku, lebih tinggi derajat dari pejabat – pejabat yang tidur manis di lautan
kebohongan, kemunafikan dan keserakahan.
Bapak
jika kau lelah berhentilah, jangan kau paksa sepeda tua itu menemanimu mencari
segengam uang kau butuh tidur manis, kau butuh mimpi indah ini adalah bulanmu
kau tak perlu egois akan ketakutanmu, allah itu baik yakin suatu saat nanti
cucumu yg cantik itu akan menaikan derajat pekerjaanmu.
#pagi
buta di masjid AT-TIN J 12 agustus
2012
Hidup ini tuh kaya piano fen. . Ada warna putih sma hitam. . Namun,ketika Tuhan yang memainkannya,Semuanya pasti jadi indah. . :)
ReplyDeleteiya tem bner bgt, Tuhan juga yg ngasih kita kekuatan buat tetep stay strong dalam keadaan sesulit apapun yaa
ReplyDelete