Utara aku
butuh waktu kamu untuk mendengarkan ceritaku, bisa kah?
Utara, pernah
kah kamu merasa sedikit berbeda?
Disaat kamu
menjadi seorang pemimpi didunia yg nyata, disaat kamu merasa ingin membentuk
duniamu sendiri? Dunia yang hanya kamu dan imajinasi kamu yang hidup damai
didalamnya, emmm dunia yang tertata apik
sesuai dengan kemauanmu, ya kamu yang menjadi raja didunia kamu.
Utara saat
ini kakiku terasa lemah otot-otot dikakiku terasa membeku, bukan udara atau
salju yang membuatku lemah tetapi keinginanku yg tak berbalas yang membuatku
semakin tak berdaya, tak berdaya akan peliknya mimpi-mimpiku..
Diluar sana
banyak sekali orang yang mentertawakan mimpi kita, emm bukan kita tapi
mimpiku.. bahkan beberapa dari mereka dengan jelas menutup mata akan kehadiran
mimpiku, aku rindu saat kamu bilang “Lisse itu kota kita, kamu ga mau kan aku
tinggal sendirian di tempat ini? Sudah jangan nangis, kita makan Donald yuk” ini kalimat yang selalu menjadi
penyemangatku disaat aku lelah berjalan menuju Lisse sendirian, yaa tidak
sendiri tetapi berjalan bersama ribuan memory tentang kamu yang masih tersusun
rapih di kepalaku..
Mungkin
sekarang aku hanya butuh penyemangat, penyemangat dikala angin malam sudah
masuk dibalik pori2 kulitku dan kamu dengan setia mendekap setiap jengkalan
tubuhku agar aku merasa hangat, nyaman, nyenyak dan mampu berjalan menuju kota
lisse itu esok hari
Selamat
malam utara sampai bertemu dikota Lisse
No comments:
Post a Comment