Hallo Utara. .
Aku baik-baik saja, apakah kau merasakan hal yang sama
dengan ku saat ini?
Aku harap begitu kalaupun tidak semoga keberuntungan selalu
berpihak padamu, aku selalu berdoa agar setiap langkahmu selalu ada aku dibalik
bayang-bayang kehidupanmu. . .
Konyol kah doaku? Tapi ini yang aku mau, aku hanya ingin
dianggap penting bagimu, itu saja. .
Apa? Kau bilang aku berlebihan? Ini semua salahmu utara, kau
biarkan aku jatuh terlalu dalam akan lembutnya cinta dan kasih sayang darimu,
kau biarkan aku melambung tinggi dengan mimipi-mimpi indah tentang kita.. dan
sekarang kau mau hempaskan aku begitu saja?
Tidakkah kau menyadari bahwa keegoisan ku untuk memilikimu
adalah buah dari semua perlakuan baikmu yang kau berikan kepadaku selama ini?
Pikirkan 2 kali jika kau ingin meninggalkan aku sendiri
disini, tidakkah kau ingat akan mimpi kita ber2?
Aku ingatkan kembali, kita pernah bermimipi untuk pergi ke
kota Lisse bersama, menikmati wangi bunga tulip dipagi hari, dan duduk menyerutup kopi
hangat sembari mengantar anak-anak kita pergi kesekolah? Tidak kah indah mimpi kita ber2 saat itu?
Sekarang kau biarkan aku merangkak menuju kota Lisse itu
sendirian utara? tanpa kau tanpa seorang pelindung yang mampu membantuku
berdiri disaat aku merasa kaki-kakiku yang jenjang ini melemah karena terpaan
angin dimusim semi. . .
Kau tega utara, ini yang kau bilang cinta? Ini yang kau
bilang mimpi kita ber2? Apa artinya mimpi kita ber2, jika aku harus mengusap
asa ini sendiri tanpa kau disampingku…
Maaf saat ini emosiku lepas jauh dari kendali, aku hanya
merasa tak mampu untuk mencapai mimpi kita dengan kakiku sendiri, aku butuh
kau, butuh tempat berbagi, tempat menaruh setidaknya air mata disaat kata
menyerah adalah jawaban dari mimpi kita…
Tapi jika kau tetap ingin meninggalkan aku disini sendiri,
baiklah aku yang akan meneruskan mimpi kita walau aku tak tau apa yang akan
terjadi nantinya
Semoga kau baik- baik saja utara disana. . .

No comments:
Post a Comment