playlist

Saturday, June 8, 2013

Your Blue Eyes









Aku menikmati setiap detik waktu yang kita jalani bersama, setiap peluh yang kamu rasakan ketika rindu mengudara di antara dua Negara. Ketika aku mencoba menghiburmu percayalah bahwa disini aku merasakan peluh yang sama. Tangisan yang bermuara di antara wajahku yang sendu yang tak pernah berani menampakan air matanya, karena aku tau dengan kau menahan rindu saja sudah begitu menyiksa dan aku tak ingin membebani dirimu dengan rengekan manja dari ku.

Terkadang aku ingin menyerah, aku merasa tak pernah mampu bertahan lebih lama dari detik ini. Tetapi setiap suara yang terdengar dari bibirmu seperti candu yang mampu menguatkan aku. Matamu yang biru seakan menyelami lebih dalam perasaan ku. Kau tau bagaimana caranya menggoda ku, kau lihai membujukku ketika sikap kekanak-kanakanku datang. Kau yang tak pernah peduli kulit coklatku. Kau anggap akulah wanita paling cantik untukmu kemarin, hari ini dan seterusnya. Kau yang selalu meninggikan aku disaat aku berkata wanita lain itu bermata biru seperti mu!

Sayang bila waktunya telah tiba datang lah kemari, kerumah ku yang bercat jingga, berpagar kayu. Aku sudah lama ingin memelukmu dengan hangat. Aku ingin mendengarkan suara mu yang ringan dengan memanggilku “ oh dear ”. Aku ingin melihat mata birumu lebih dalam, lebih pekat secara langgsung tanpa dibatasi layar, tanpa di batasi waktu.  

Aku berharap di matamu yang biru teduh itu kita bisa meneruskan mimpi-mimpi indah kita. 


                       
  

No comments:

Post a Comment