Hai February,
apa kabarmu? Maaf aku lama meningalkan jejak diblog ini. Rasanya begitu asing
ketika aku harus membuka kembali blog ini dengan barisan password yang sedikit
lupa. Ya sudah lupakanlah, aku tak ingin mempermasalahkan bagaimana barisan
password yang sedikit terlupakan itu merusak moodku. Aku hanya ingin sedikit
bercerita, di hari ini, pagi yang terlalu dini untuk aku ucapkan selamat pagi
dan terlambat untuk aku ucapkan selamat malam aku hanya ingin menceritakan
sedikit saja apa yang aku rasakan. 2012 sudah berlalu aku masih mengingat bagaiman
beratnya tahun itu aku lalui. Ditahun itu aku harus kehilangan 3orang yang
begitu dekat denganku, mungkin saat kita masih bersama rasa sayang itu jarang
sekali aku ungkapkan tetapi setelah kepergian mereka aku baru menyadari bahwa
aku sangat-sangat merindukan mereka. Uti, mbahkung dan mbahnti mereka adalah
orang yang sangat-sangat aku rindukan saat ini. Mereka pergi ditahun disama, ya
di 2012 itu terkhir kalinya aku melihat mereka, kerutan diwajah mereka tak bisa
menghapus semua perasaan sayang dan cinta antara cucu dan kakek neneknya.
Andai kalian
masih ada, pasti ada orang yang menelpon mengucapkan selamat ulangtahun, mbahkung
mau tau ga? Sebentar lagi aku jadi sarjana loh, aku bisa jadi guru. Tetapi aku
sedikit ragu, ragu akan langkahku. Entah mengapa seakan terasa sesak ketika aku
menghitung bulan-bulan yang akan datang setelah februari ini. Aku semakin takut
menghadapi semua ini sendiri kung, semakin aku bayangkan serasa aku berada
didalam sebuah goa, begitu gelap aku tak mampu bernafas, oksigen yang begitu sedikit
aku tak tau harus melangkah kearah mana, karena semua tak terlihat. Aku hanya
mampu berdiri sembari meraba terkadang aku harus merangkak hanya untuk membuat
diriku aman. Aku memang punya mimpi yang sangat besar dan tak jarang banyak
orang yang selalu melemahkan mimpi-mimpiku. Wajarlah siapa diriku ini? pantas
mereka menganggapku lemah, aku memang tak bermodal kepintaran tetapi aku yakin
Tuhan selalu member hak yang sama akan setiap umatnya. Bahwa
setiap orang memiliki hak yang sama untuk berhasil walau dengan cara jatuh yang berbeda. Itu adalah sebuah bayaran yang harus aku terima.
Aku percaya Tuhan tidak pernah membiarkan
aku kehilangan arah, dia selalu memberi penerangan disaat aku benar-benar butuh
itu.
Tuhan yang
maha bijaksana, aku memang ragu akan hidupku tetapi aku tau kau selalu mempercayaiku
untuk terus melanjutkan semua mimpi-mimpi indah masa kecilku ini. Berikan aku
kekuatan disaat aku melemahkan diriku sendiri, berikan tanganmu melalui kedua
orangtua, kalaupun aku harus terjatuh pastikan aku untuk mampu berdiri dan
terus berjalan menuju semua mimpiku itu.
Ya Rabb ikhlaskan aku dalam beberapa bulan kedepan ini, aku yakin setelah
ini semua pintu masa depanku terbuka. Mungkin yang aku butuhkan sekarang
hanyalah kunci untuk membuka pintu itu.

No comments:
Post a Comment