Hallo selamat malam pembaca, ini senin pertama dibulan maret termasuk
senin pertama di semester 8. Apa? Semester 8 ? Sepertinya baru saja lulus SMA,
semua ga kerasa begitu cepat…
Hari ini saya ingin menceritakan sebuah kisah, bukan roman picisan
semoga bisa memberikan sebuah pembelajaran.
Kisah yang berasal
dari sebuah kisah percintaan. Mungkin
sebagian orang bosan dengan kata cinta. Apa sih cinta, ga ada yang lebih
penting ya dibahas selain itu? Ya biarkan mereka mengekspresikan perasaan
masing. Blog ini bersifat subjektif.
Semua berawal dari seorang wanita. Dia
cantik, pintar, solehah, sukses. Diumur yang belum genap 25 tahun dia bisa
menyelesaikan studi S2 dan bekerja di salah satu kantor dan dia
menduduki jabatan yang cukup penting disitu. Keberhasilannya tidak lepas dari peran
orang tua, adik, dan kekasihnya. Dia menyelesaikan studi S2 bersama kekasihnya.
Mereka sangat tampak serasi. Pintar, good looking dan selalu redah hati. Perjalanan
cinta mereka yang seperti di dongeng. Terlihat begitu sempurna. Hampir 5 tahun
mereka bersama. Banyak yang menebak kisah mereka akan berakhir di ijab khabul.
Tetapi pada akhirnya semua hilang seperti pecahan kaca. Tak beraturan dan
menyakitkan.
Satu malam di Si pria tampak gusar, seperti
ada sesuatu yang ingin dia katakana tapi setiap melihat senyum kekasihnya dia
tak pernah tega untuk berucap hingga akhirnya dia memberanikan diri.
“ kamu sayang sama aku?”
“ Ga”
“Yah, terus”
“ Lebih dari itu”
“ lebih dari itu? Apa?”
“ Cinta”
Oh, emmmm kamu cinta sama aku kan? Kalo iya,
kamu mau dong nurutin kata aku”
“ Apa sih? Serius banget”
*tertawa kecil
“ Tinggalin aku”
Seketika hening. “ Maksud kamu? Putus? “ aku
ngelakuin salah apa? “
“ Kamu ga salah kok, kamu ga pernah salah.
Cuma kita berada pada situasi yang salah”
“Aku ga ngerti,
kenapa tiba- tiba gini”
“ Sampai berapa lama kita begini? Berjalan tanpa
arah yang jelas. Aku ga tega liat kamu. Kita sudah semakin tua. Sudah saatnya
kamu memiliki anak seperti yang lain”
“Kita bisa menikah,
dan memiliki anak. toh selama ini aku
menunggu untuk kamu lamar”
“Aku bukan tak pernah niat untuk melamarmu
cantik, aku ingin sekali. Tapi kita itu beda”
“Beda? Karena kita
beda prinsip? Kau bilang Tuhan itu 1 jadi apa bedanya?”
“ Tuhan memang satu, tetapi kita memiliki
jalan yang berbeda untuk berinteraksi denganNya. Aku tak pernah tega melihatmu
sholat dzuhur dengan iman selain diriku di kantor, tapi aku tak berdaya untuk
merubah semuanya. Aku mencintaimu, tetapi aku juga mencintai mama dan agama ku.
Maafkan aku sayang”
*Wanita terisak menangis “ Kita bisa menikah, aku tak
pernah masalah dengan cara kamu beribadah. Kita masih bisa bersama”
“Aku tau kamu mencintaiku. Tetapi kalaupun
kamu mau menjadi seiman dengan ku, aku tak pernah tega merusak imanmu sayang”
“Kenapa kamu buat
serumit ini? 5 tahun kita bersama dengan segala perbedaan”
“Aku tak pernah membuat menjadi rumit, aku
berusaha menyederhanakan perbedaan kita. Selama 5 tahun aku berfikir keras
untuk mencari jalan terbaik. Dan ini yang terbaik untuk kita dan keluarga kita”
“ Tetapi aku tak
bisa melepaskan kamu”
“ Cinta itu bukan berarti harus bersama
kan? Kalau kamu paksakan kita untuk bersama berarti kamu tak pernah
mencintaiku, tetapi kamu berambisi untuk memiliku. Turun kan ego mu sayang demi
aku, ayah, ibu dan mama” Kamu pantas untuk mendapatkan pria yang baik, yang
mampu menuntunmu ke surga mu, bukan surga ku. Aku pun sakit mengambil langkah
ini, tetapi aku lebih sakit membiarkan mu tua bersama ketidakpastian. Aku ingin
kamu menjadi seorang ibu dari anak-anakmu yang soleh. Aku ingin melihatmu solat
setiap hari dengan imam yang sama walaupun itu bukan aku orangnya” “Maafkan aku
sayang” *dipeluknya wanita yang masih terisak menangis dengan ciuman lembut di kening *
Rasa sedih terbias dari cerita ini. Mungkin
keadaan ini bisa kita lihat disekeliling kita. Menyentuh, menyakitkan akhirnya.
Kalau kamu paksakan untuk bersama itu bukan cinta tetapi ambisi untuk memiliki.
Cinta itu sederhana oleh sebab itu siapapun berhak untuk merasakannya tak
peduli siapa pun orangnya bagaimana latar belakang keluarganya. Semua berjalan
secara natural tanpa bisa kita control. Cinta yang tak pernah salah tetapi
terkadang situasi yang tidak tepat membuat cinta terlihat begitu menyakitkan.
Selamat malam J

background nya diubah, menggangu tulisan jadi kurang jelas dan susah dibaca
ReplyDelete